Blog

𝗠𝗲𝗺𝗯𝗮𝗻𝗴𝘂𝗻 𝗚𝗲𝗻𝗲𝗿𝗮𝘀𝗶 𝗘𝗺𝗮𝘀: 𝗪𝗮𝗿𝗶𝘀𝗮𝗻 𝗞𝗲𝘁𝗲𝗿𝗮𝗺𝗽𝗶𝗹𝗮𝗻 𝗛𝗶𝗱𝘂𝗽 𝗱𝗮𝗻 𝗞𝗶𝗽𝗿𝗮𝗵 𝗣𝗲𝗺𝘂𝗱𝗮 𝗱𝗶 𝗘𝗿𝗮 𝗗𝗶𝗴𝗶𝘁𝗮𝗹 (Seri 41-2024) Edisi Sabtu, 24 Agustus 2024 Ditulis 𝗖𝗼𝗮𝗰𝗵 𝗗𝗿. 𝗙𝗮𝗵𝗺𝗶, Founder 𝗔𝗹 𝗙𝗮𝗿𝗮𝗯𝗶 𝗟𝗲𝗮𝗱𝗲𝗿𝘀𝗵𝗶𝗽 𝗦𝗰𝗵𝗼𝗼𝗹

Teaching Methodology

𝗠𝗲𝗺𝗯𝗮𝗻𝗴𝘂𝗻 𝗚𝗲𝗻𝗲𝗿𝗮𝘀𝗶 𝗘𝗺𝗮𝘀: 𝗪𝗮𝗿𝗶𝘀𝗮𝗻 𝗞𝗲𝘁𝗲𝗿𝗮𝗺𝗽𝗶𝗹𝗮𝗻 𝗛𝗶𝗱𝘂𝗽 𝗱𝗮𝗻 𝗞𝗶𝗽𝗿𝗮𝗵 𝗣𝗲𝗺𝘂𝗱𝗮 𝗱𝗶 𝗘𝗿𝗮 𝗗𝗶𝗴𝗶𝘁𝗮𝗹 (Seri 41-2024) Edisi Sabtu, 24 Agustus 2024 Ditulis 𝗖𝗼𝗮𝗰𝗵 𝗗𝗿. 𝗙𝗮𝗵𝗺𝗶, Founder 𝗔𝗹 𝗙𝗮𝗿𝗮𝗯𝗶 𝗟𝗲𝗮𝗱𝗲𝗿𝘀𝗵𝗶𝗽 𝗦𝗰𝗵𝗼𝗼𝗹

Di tengah gempuran informasi dan tantangan zaman, membangun peradaban gemilang menjadi tugas bersama, terutama bagi generasi muda. Merujuk pada 10 Keterampilan Hidup Inti dari UNESCO, UNICEF, dan WHO, kita melihat cetak biru bagi individu tangguh dan berdaya saing. Kemampuan berpikir kritis dan kreatif, memecahkan masalah, serta mengambil keputusan (Thinking Skills) menjadi modal utama menghadapi kompleksitas dunia. Keterampilan sosial seperti komunikasi efektif, empati, dan membangun hubungan interpersonal (Social Skills) memupuk kolaborasi dan kepemimpinan. Sementara itu, pengelolaan diri (Self-Management Skills) melalui manajemen stres, emosi, dan kesadaran diri membentuk karakter tangguh dan adaptif.

Dalam konteks Indonesia, peran orang tua, terutama ayah, sangat krusial dalam membentuk generasi penerus bangsa. Seorang ayah memiliki tanggung jawab besar dalam mempersiapkan anak-anaknya menjadi individu yang berkualitas. Seperti pesan Bung Hatta yang mendidik putri-putrinya dengan disiplin tinggi, bahkan rela memberikan hukuman demi membentuk karakter kuat dan mandiri. Hal ini sejalan dengan ajaran agama yang menekankan pentingnya mempersiapkan generasi penerus yang berkualitas (QS An-Nisa 9 dan QS Muhammad 7). Seorang ayah harus membekali anak-anaknya dengan keterampilan hidup menyeluruh, kompetensi profesional, serta nilai-nilai moral dan etika. Lebih dari itu, mereka perlu dididik menjadi agen perubahan, pemimpin, dan penggerak sosial bagi masyarakatnya.

Saat ini, di tahun 2024, kita menyaksikan bagaimana pemuda Indonesia semakin menunjukkan kiprahnya di berbagai bidang. Data BPS menunjukkan peningkatan partisipasi angkatan kerja muda menjadi 69,32% pada Februari 2023. Namun, tantangan tetap ada, terutama dalam menghadapi persaingan global dan perkembangan teknologi yang pesat. Oleh karena itu, penting bagi generasi muda untuk terus mengembangkan keterampilan hidup, memperkuat karakter, dan berani mengambil peran aktif dalam membangun peradaban yang lebih baik. Kita perlu menciptakan lingkungan yang mendukung, memberikan kesempatan yang setara, dan menginspirasi pemuda Indonesia untuk menjadi pemimpin masa depan. Dengan semangat kolaborasi dan komitmen bersama, kita dapat mewujudkan Indonesia yang maju, adil, dan bermartabat (CF).