Grounded Approach: Peta Scale Up yang Memaksa Pengusaha Berhadapan dengan Fakta
Jul 18, 2026 2026-07-28 18:02Grounded Approach: Peta Scale Up yang Memaksa Pengusaha Berhadapan dengan Fakta

Grounded Approach: Peta Scale Up yang Memaksa Pengusaha Berhadapan dengan Fakta
Mengapa strategi secanggih apa pun tidak akan bertahan tanpa fondasi yang kokoh
Banyak pengusaha memiliki rencana pertumbuhan, namun rencana tersebut sering kali berhenti di atas kertas karena tidak dibangun dari data dan fakta yang sesungguhnya terjadi di lapangan. Coach Dr. Fahmi merumuskan Grounded Approaches, sebuah kerangka delapan langkah bernama Scale Up Roadmap Exploration atau SCURE, yang dirancang agar setiap keputusan scale up dimulai dari fakta yang terukur, bukan dari asumsi maupun optimisme semata.
Filosofi di Balik Grounded Approaches
Grounded Approach adalah pendekatan berpikir dan bertindak yang menekankan bahwa setiap keputusan harus didasarkan pada realitas (ground reality), bukan sekadar asumsi, teori, opini, atau tren., mulai dari mengumpulkan data hingga berani mengambil risiko dan keputusan sulit. Dalam konteks bisnis, Grounded Approach mengajarkan bahwa solusi terbaik lahir dari pemahaman yang mendalam terhadap kondisi nyata, kemudian baru menentukan strategi yang tepat.
Coach Dr. Fahmi menekankan bahwa ilmu yang bermanfaat adalah ilmu yang dipraktikkan, dan kompetensi yang berguna adalah kompetensi yang diaplikasikan. Prinsip inilah yang membuat Grounded Approaches dirancang sebagai lembar kerja implementasi, bukan sekadar materi yang dibahas secara teoretis di ruang pelatihan.
“Strategi yang canggih akan runtuh tanpa fondasi yang kokoh. Grounded Approach dimulai dari akar, bukan dari cabang.”
— Coach Dr. Fahmi
Delapan Langkah dalam Kerangka Grounded Approaches
Kedelapan langkah dalam Grounded Approaches membentuk akronim GROUNDED, dan disusun secara berurutan sebagai berikut:
- Grab the Data, Brutal Fact — mengumpulkan data internal dan eksternal secara jujur, termasuk fakta yang tidak nyaman sekalipun, sebagai titik awal analisis.
- Rank the Problem — mengurutkan masalah berdasarkan prioritas, memisahkan mana yang mendesak dan mana yang bisa ditangani belakangan.
- Observe the Situation — memahami proses bisnis secara menyeluruh, mencakup lokasi, sumber daya, tim, keuangan, kinerja, kompetitor, hingga aspek legal dan teknologi.
- Use the Tool — menerapkan metode, model, dan strategi yang tepat pada produk, pelanggan, sumber daya, dan performa tim.
- Navigate the Project — mengarahkan perubahan dan pertumbuhan lewat kepemimpinan yang berani menantang proses yang sudah berjalan.
- Determine the Result and the Action — menetapkan aktivitas kunci dan hasil kunci yang jelas dan bisa diukur.
- Educate the Team and Empower the Resources — melatih tim dan memberdayakan sumber daya yang ada agar rencana benar-benar bisa dijalankan.
- Dare to Big Risk and Difficult Decision — memiliki keberanian mengambil risiko besar serta keputusan sulit yang diperlukan untuk benar-benar naik kelas.
Kedelapan langkah dalam Grounded Approaches tidak dirancang untuk diselesaikan dalam satu duduk, karena setiap langkah membutuhkan data dan refleksi yang jujur dari kondisi bisnis yang sebenarnya. Justru di situlah letak kekuatan kerangka ini, ia memaksa pengusaha kembali ke fakta lapangan sebelum mengambil keputusan besar, alih-alih melompat langsung ke solusi tanpa memahami akar masalah. Dengan demikian, Grounded Approaches membantu bisnis menyusun peta scale up yang benar-benar berpijak pada kenyataan, bukan sekadar rencana ambisius yang rapuh saat diuji keadaan.
BACA JUGA: