Batas Waktu yang Sering Terlupakan: Masalah HGB dan SHM
Jul 13, 2026 2026-07-13 12:40Batas Waktu yang Sering Terlupakan: Masalah HGB dan SHM
Oleh: Dr. Fahmi, SH
No. KTA Peradi: 25.01715 – Register 613/Hk.Adv/VII/2025/PT SBY
Advokat Khusus Bidang Property & Perumahan
dan Masalah Hukum Lainnya
Status tanah yang tampak aman bisa berubah menjadi masalah besar ketika jangka waktu haknya berakhir tanpa disadari pemiliknya.
Banyak pemilik properti tidak menyadari bahwa status hak atas tanah yang mereka pegang memiliki jangka waktu dan konsekuensi hukum yang berbeda. Masalah HGB SHM sering muncul karena pemilik menganggap semua sertifikat setara, padahal Hak Guna Bangunan dan Sertifikat Hak Milik memiliki kekuatan hukum yang jauh berbeda, terutama menyangkut jangka waktu dan risiko kedaluwarsa.
| HGB (Hak Guna Bangunan) | SHM (Sertifikat Hak Milik) |
| Berjangka waktu tertentu, umumnya 30 tahun dan dapat diperpanjang. Wajib diurus sebelum masa berlaku habis. | Hak kepemilikan penuh tanpa batas waktu dan memberikan kepastian hukum paling kuat bagi pemiliknya. |
Ragam Masalah HGB SHM yang Kerap Ditemui
Masalah HGB SHM yang paling umum adalah keterlambatan perpanjangan HGB sehingga status tanah kembali menjadi tanah negara. Selain itu, proses peningkatan hak dari HGB ke SHM sering tertunda karena kurangnya pemahaman prosedur di kantor pertanahan. Ditambah lagi, tidak sedikit pembeli properti yang tidak memeriksa status hak sebelum membeli, sehingga baru menyadari keterbatasan haknya setelah bertahun tahun menempati rumah tersebut.
Masalah Umum yang Sering Terjadi
- HGB kedaluwarsa karena terlambat diperpanjang
- Proses peningkatan hak dari HGB ke SHM tertunda bertahun tahun
- Pembeli tidak memeriksa status hak sebelum transaksi
- Dokumen persyaratan peningkatan hak tidak lengkap
- Ketidaktahuan mengenai konsekuensi berakhirnya HGB
HGB yang dibiarkan kedaluwarsa bukan sekadar masalah administrasi, melainkan kehilangan hak yang bisa berakibat panjang bagi pemiliknya.Dr. Fahmi, S.H., Advokat Properti
Mengelola HGB dan SHM dengan Tepat Waktu
Pemilik HGB sebaiknya mencatat tanggal berakhirnya hak dan mengajukan perpanjangan jauh sebelum masa berlaku habis. Bagi yang menginginkan kepastian jangka panjang, peningkatan status ke SHM dapat diajukan melalui kantor pertanahan dengan melengkapi dokumen kepemilikan dan riwayat penguasaan tanah. Pendampingan hukum akan mempercepat proses sekaligus memastikan tidak ada persyaratan yang terlewat.
Panduan Mengelola HGB dan SHM
- Catat dan pantau tanggal berakhirnya masa berlaku HGB
- Ajukan perpanjangan jauh sebelum jangka waktu habis
- Pertimbangkan peningkatan hak dari HGB menjadi SHM
- Periksa status hak tanah sebelum melakukan pembelian
- Libatkan advokat untuk mempercepat proses di kantor pertanahan
Memahami perbedaan HGB dan SHM sejak awal akan membantu pemilik properti mengambil keputusan yang tepat. Kepastian status hak bukan hanya soal legalitas, tetapi juga soal ketenangan jangka panjang bagi keluarga yang tinggal di atasnya.
Anda butuh solusi?
Anda punya masalah property dan perumahan?
Anda perlu solusi masalah property dan perumahan?
Konsultasikan kepada kami. Hubungi nomor WA Rosana 0822-4445-2396 untuk buat janji jadwal konsultasi.
BACA JUGA:
Transaksi yang Tampak Mudah, Risiko yang Tersembunyi: Masalah Jual Beli Tanah
